Welcome to the official weblog of Andrei Aksana--"The Singing Author"
Andrei Aksana is the author of numerous bestsellers, including Abadilah Cinta, Lelaki Terindah, and Cinta 24 Jam. His masterpiece novel—Lelaki Terindah—has become one of the pioneer in Indonesia's gay literature.
Thanks for visiting Andrei's weblog.
[this blog is maintained by HR@GPU]
|
|
Friday, September 29, 2006
 Andrei Aksana pertama kali memulai debutnya sebagai penulis novel di tahun 1992, dengan meluncurkan Mengukir Mimpi Terlalu Pagi. Ia adalah cucu pujangga Sanoesi Pane dan Armijn Pane, dan merupakan anak kedua novelis Nina Pane dan Jopie Boediarto. Kakek buyutnya adalah Sultan Pangurabaan Pane, pendiri surat kabar Surya di Tapanuli, penulis roman Tolbok Haleon, dan pengelola kelompok musik tradisional uning-uningan. Ketika dianggap jadi penulis hanya bermodalkan faktor keturunan, ia berkomentar, "Buat saya, bakat hanya 1%, selebihnya adalah kerja keras dan keringat." Lelaki kelahiran 19 Januari ini memang lekat dengan dunia seni sejak kanak-kanak. Puisi pertamnya dimuat di majalah Zaman, sedangkan cerpen pertamanya dimuat di majalah Kawanku. Selain itu ia selalu menyabet penghargaan untul lomba baca puisi dan lomba menyanyi.
Setelah menerbitkan novel perdananya pria lajang ini absen cukup lama karena serius menekuni kuliah di Universitas Udayana, hingga lulus menjadi Sarjana Seni, Desain Grafis. Come backnya ditandai dengan novel berjudul Abadilah Cinta, yang menjadi fenomena sejarah perbukuan di Indonesia. Novel pertama di dunia yang memiliki soundtrack, dan berhasil dicetak ulang dalam waktu 5 hari! Dan sang penulis sendiri yang menyanyikannya.
Kesuksesan ini langsung disusul dengan novel berikutnya Cinta Penuh Air Mata yang mengusung konsep karya multidimensi Novel Soundtrack Video klip. Novel ini berdasarkan kisah nyata yang dituturkan oleh selebriti terkemuka, dan sebelumnya belum pernah diungkap atau dipublikasikan di media massa. "Saya punya misi idealis, dan akan melakukan terhadap buku. Karena membaca memperkaya imajinasi, sehingga bisa melahirkan generasi yang kreatif.
Kesibukannya sebagai marketing director perusahaan retail internasional tidak membuatnya surut berkarya. Ia selalu konsisten dalam berkarya, dan sejak tahun 2003 sampai 2006 sudah tujuh novel yang dihasilkannya. Setiap buku baru terbit, naskah yang lain sudah ada di tangan editor. Seperti itulah produktifnya seorang Andrei Aksana. Selain menulis novel, Andrei juga meluncurkan karya terbarunya. Be A Writer (The Secrets of Best-Seller Novels), yaitu buku tentang tips menulis. Andrei Aksana memang selalu penuh kejutan. Wajar jika orang menyebutnya penulis "bunglon" yang serbabisa.
Posted at 11:21 am by editor
|
|
|